Buat Ibu
Aku sedang mereka-reka wajahmu… lewat gambaranku dalam cermin.
Mengira-ngira….
Berapa tahun sekarang? Delapan?
Hh…. Betapa kenangan begitu cepat berlalu seperti air dalam genggaman.
Wajah itukah – yang serupa denganmu – yang membuat bapak begitu enggan bicara denganku? Karena teringat dirimu? Benarkah semirip itu? Orang-orang bahkan bisa menebak siapa ibuku dengan tepat hanya dengan melihat leherku!
Aku lupa, dan itu membuatku malu pada diriku sendiri. Dan sedih. Karena betapapun itu menyedihkan, akan tetap menentramkan jika aku bisa terus mengingatmu dengan baik, setiap detail.
Begitu sulit mengingatmu sedang tertawa. Pernahkah ibu tertawa di masa-masa itu?
Oh…aku ingat sekarang. Ibu pernah tertawa karena aku. Aku ingat setiap detail peristiwanya tetapi lupa bagaimana ekspresimu waktu itu. Apakah wajahmu mengerut membentuk garis di sekeliling mata dan bibirmu? Seperti apakah suara tawamu? Apakah seperti tawaku?
Maaf karena aku lupa…..
Maafkan anakmu…………..
Miss U……..
Baik-baik di sisiNya ya….
0 comments:
Poskan Komentar