"aku berlari
tapi tak sebenar-benarnya berlari
puing yang kutinggalkan,
repihannya akan terus mengikuti
bersama bayang-bayang tawa dari masa lalu
yang kelam"
sebuah puisi dari masa lalu yang terlupakan. well, sesuatu dari masa lalu memang bisa datang lagi, tidak peduli sudah sejauh mana kamu pergi darinya. tapi kali ini bukan cuma "mengikuti", tapi datang seperti raksasa yang menghancurkan sebuah bangunan hanya dengan menjepitnya diantara jempol dan telunjuk.
bangunan itu aku. dan aku hancur luluh. bukannya sedih, melainkan marah. aku amat sangat marah.
aku pernah baca sebuah kalimat klise "dia terbakar dalam kemarahannya". Yang bikin kalimat itu memang tidak main-main. aku terbakar penuh kebencian sekarang. ada sampah yang perlu dibakar? dekatkan saja pada wajahku...
aslam,,
BalasHapuseh,, ternyata nopi punya blog juga to!!ijin ngelink ya...