Selasa, 23 Maret 2010

Books from my childhood



Did I tell you I love books?
Mmm…..buku cerita pertama yang saya baca adalah sebuah buku kecil berjudul “Mendongeng Bersama Enid Blyton. Merpati Putih”. Kemungkinan besar milik kakakku (saya punya lima orang kakak laki-laki yang juga suka membaca dan rumah kami waktu itu mirip gudang buku raksasa di lantai atas toko milik bapak, dan di situlah saya menemukan buku cerita itu). Dari buku kecil itu saya tahu metamorphosis itu apa, ulat itu bisa jadi kupu-kupu, katak tumbuh dari kecebong kecil.




Lalu ada buku tebal bersampul putih dengan gambar hitam putih yang lucu : Tono dan Tini. Sebuah buku cerita yang baru saya tahu adalah terjemahan dari Jip en Janneke karangan Annie M. G. Schmidt. Bagi saya, seorang anak kecil yang baru saja tahu membaca, itu hanyalah Tono dan Tini. Anak-anak bandel yang mengguntingi gambar di buku-buku, tidak suka makan labu, saling berebut mainan. Anak-anak normal seperti halnya saya waktu itu. Bukan Budi dan Wati ‘sempurna’ yang menjadi tokoh utama di buku belajar membaca waktu itu. (Baru-baru ini seseorang mengirimkan bebrapa cerita dari buku itu……love to read that again :D)


Houahh…..ada banyak sekali buku cerita setelah itu.

Buku-buku terbitan balai pustaka di perpustakaan sekolah (yang banyak sekali dan terabaikan begitu saja, tidak pernah dibaca siapapun, jadi kupinjam saja).

Komik-komik Donal Bebek yang dibelikan kakakku, hanya untukku!!! (oohhh……I love those character sooooo much. Dari komik-komik itu saya jadi tahu bau tanah setelah hujan itu benar-benar wangi J).

Lalu Lima Sekawan yang kubeli ketika pertama kali saya menginjakkan kaki di Gramedia, hehe... Hmm….buku yang membuat ngiler sebenarnya, coz it seems they always eat every time…. Limun jahe, roti isi daging, selai, susu, telur, hehehhe (apa sihhhh???)

Trio Detektif.

Mallory Towers yang baru beberapa bulan lalu kutemukan edisi terakhirnya secara tidak sengaja J

Lalu datang Harry Potter. Harry Potter and the Sorcerer Stone. Saya di kelas dua SMP dan itu adalah buku paling tebal yang pernah saya baca hingga saat itu (dan yang ternyata adalah seri Harry Potter paling tipis!). Ooohhh….I read it everywhere! Kapan saja dimana saja. Saya membacanya ketika sedang makan, waktu istirahat di sekolah, menjelang tidur. Kapan saja! Tentu saja Harry Potter selanjutnya tidak lagi menjadi bacaan masa kecilku, coz I grow up with it. Buku terakhirnya baru keluar ketika saya sudah kuliah.



Well, ketika saya sekolah di luar kota, rumah kami dibenahi dan semua buku-buku itu menghilang entah kemana (kecuali buku-buku Harry Potter). Tidak ada lagi gudang buku tempatku menemukan harta karun (buku-buku cerita lama dari jaman kakak-kakakku). L

0 comments:

Poskan Komentar