Rabu, 31 Maret 2010

Sand is overrated......


Entah kenapa, setiap kali merasa penat, capek, bosan, atau apa saja yang sejenis itu, dan menutup mata, gambaran yang pertama kali terlintas adalah kakiku.

Ya, kaki.

Kadang-kadang saya melihat kedua kakiku sedang melangkah di jalan yang basah karena tersiram hujan. Uuuhhhh……jangan membayangkan kedua kakiku berjalan sendiri tanpa tubuh (nah, itu mengerikan). Saya melihatnya dari dari sudut pandangku sebagai pemilik kaki. Got it? Bayangkan jika kamu berjalan sambil menunduk melihat kakimu. Nah, seperti itu.

Saya membayangkan setiap langkahnya. Every single step. Merasakan satu kaki terangkat, mengayun, kemudian menapak di atas jalan. Permukaan jalan akan terasa lebih lembut setelah hujan. And I just love it’s smell after the rain. Menenangkan.

Tapi lebih sering saya melihat kedua kakiku berdiri di atas pasir pantai. Tidak memakai sepatu tentu saja. Saya bisa merasakan lembut sekaligus kasarnya terasa di telapak kaki. Menggelitik. Tetapi sekaligus memberikan sensasi yang menenangkan.

Menuliskan ini membuat saya teringat quote dari salah satu film favoritku Eternal Sunshine of The Spotless Mind, “Sand is overrated. It's just tiny, little rocks."

Well, I don’t think so.

2 comments:

  1. hati2 jalannya nov,,ntar tabrak tembok...BRAKK!Lalu..15 kemudian terdengar suara serine .. trus di saat bersamaan, hp ku bergetar juga bernyanyi.seperti siulan kill bill. Oh' ada sms kataku ..
    "tmn anda yg bernama novie ahmad,brusan menabrak tembok.akibat terlalu banyak menunduk.setia mengagumi jari-jari kakinya yg lucu.skr dia di bawa ke kantor polisi,,mempertanggungjawabkan perbuatannya,merusak pagar tetangga...wkwkwkwk

    Nice Post!!>menggoyangkan jempol mode on<

    BalasHapus
  2. ehehehe........
    tengkyu :D

    p.s: smoga ga nabrak tembok deh (atau pagar?).. :p

    BalasHapus