....
kubisa katakan jangan kau tinggalkan,
saat ini ku ragu
bisakah ku nikmati semua tanpamu"
Dia tidak meninggalkanku, tentu saja (kami memang sudah jauh), tapi dia akan pergi.
Betapa aku merasa bahagia untuknya. Sungguh. Ini adalah impiannya, satu dari sekian banyak impiannya, lelakiku yang pemimpi itu. Aku bahkan sudah bisa melihat kota itu seperti memeluknya. Dia akan melangkah, dan berpetualang di setiap sudutnya, belajar banyak hal, mengamati banyak hal, memimpikan banyak hal dalam imajinasinya yang tanpa batas. Oohhh....dia akan lebih dari baik-baik saja. Dia akan bahagia.
Tapi tetap saja....
Kerinduanku seperti bisa kusentuh sekarang. Kerinduan seperti ada dalam dadaku sekaligus menyelubungiku. Sesak.
Tidak bisa lagi kuselipkan namanya di antara kata "pulang" dan "rumah".
0 comments:
Poskan Komentar